xPicturex

Senin, 20 Agustus 2012

Telah Terbit Asal Nyetak Zine

 Asal Nyetak Zine adalah sebuah Majalah yang tidak komersil. Yang isinya tentang info-info yang beredar di mana-mana dan dobol-dobolan gak penting tapi bermanfaat buat hidup kalian semua. Zine ini boleh diedarkan secara gratis tanpa royalty..Silahkan dibagi-bagikan ke Ibu-Ibu PKK, Tukang-Tukang Becak, dan Kuli Bangunan Di sekitar anda...hahahahahaha
Silahkan gabung ke grup kami : Asal Nyetak Zine ini Link nya : 
http://www.facebook.com/#!/groups/346431658775809/ atau bisa berbagi apapun yang kalian ingin muat ke dalam zine ini ke : asalnyetak_zine@yahoo.co.id

INDONESIAN HARDCORE PUNX DOCUMENTARY: KROIA "Demo"

INDONESIAN HARDCORE PUNX DOCUMENTARY: KROIA "Demo": KROIA "Demo" Self-Released/Free/Limited 2009 Bandung Heavy-Crust 128Kbps DOWNLOAD

Senin, 01 November 2010

Wolfgang Amadeus Mozart



Wolfgang Amadeus Mozart yang bernama asli Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun) adalah seorang komponis. Ia dianggap sebagai salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah. Karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya adalah opera Don Giovanni dan Die Zauberflöte. Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. Karya-karyanya diurutkan dalam katalog Köchel-Verzeichnis.

Mozart, yang dikenal memiliki kemampuan tala mutlak (mengenal nada dengan tepat tanpa bantuan alat), mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie ("Simfoni Anak-Anak"). Wolfgang adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara yang meninggal prematur. Hanya dia dan Maria Anna Mozart ("Nannerl") yang bertahan hidup sampai dewasa. Sewaktu berumur empat tahun, Mozart sudah mampu memainkan harpsichord dan melakukan improvisasi pada karya-karya musik pendahulunya. Dia bahkan menulis komposisinya yang pertama saat berumur lima tahun. Karya-karyanya antara lain adalah Violin Sonata, dan beberapa Minuet. Leopold mengumpulkan semua komposisi ini tanpa sepengetahuan anaknya. Demikian halnya dengan Nannerl, dia juga adalah pemain keyboard yang sangat handal. Leopold yang menemukan bakat kedua anaknya merasa “terpanggil” untuk memamerkan mereka ke seluruh Eropa.

Senin, 13 September 2010

Apa Itu Straight Edge?

Apa Itu Straight Edge ??

Banyak macam-macam gaya hidup dunia ini yang dapat menuntun kita ke gaya hidup yang sehat maupun yang tidak sehat. Namun banyak gaya hidup yang menuntun hidup kita ke kehidupan yang penuh alkohol dan melakukan seks bebas. Tetapi gaya hidup yang saya akan bahas ini adalah suatu gaya hidup yang sangat patut dicontoh karena gaya hidup ini menunutun kita ke kehidupan yang sehat dengan tidak mengkonsumsi alcohol dan melakukan seks bebas, gaya hidup ini disebut Straight Edge . . . .

Straight Edge adalah sebuah gaya hidup ,filosofi dan pergerakan anak muda yang menganut anti penggunaan narkoba, penggunaan minuman beralkohol, merokok dan hubungan sex bebas (casual sex), walaupun pergerakan garis keras yang lebih dalam mereka menghidari penggunaan obat secara menyeluruh (termasuk penggunaan secara medis) dan mereka mempercayai bahwa sex tidak untuk berganti-ganti pasangan.

Straight edge hanyalah sebuah motivasi hidup untuk tidak merusak diri sendiri dengan mengkonsumsi zat-zat/ hal-hal yang dianggap berbahaya untuk diri sendiri dan penyikapannya kembali kepada kontrol individu. Gaya hidup straight edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di scene punk/ hardcore yang sangat identik dengan kebiasaan mabuk dan kerusuhan.

Banyak orang yang mengklaim bahwa dirinya seorang penganut faham ini karena mereka ingin mengontrol kehidupan mereka, berontak dari budaya penggunaan narkoba, menghindari diri berhubungan dengan narkoba, mereka menyaksikan efek negatif dari penggunaan narkoba dalam keluarga atau teman-teman, atau bahkan bisa pula untuk membedakan diri. Filosofi utama yang dibawakan oleh penganut faham ini adalah penggunaan narkoba terhadap lingkungan social dan krisis moral yang bisa menyebabkan hancurnya rumah tangga, bisnis dan khususnya kehidupan anak-anak remaja.

Ide tentang straight edge ini sebenarnya sudah ada di dalam lagu-lagu band protopunk tahun 70-an yakni The Modern Lovers. Namun istilah Straight Edge dicetuskan oleh band Minor Threat, band ini disebut sebagai dasar gaya hidup ini, dalam sebuah lagu mereka yang berjudul Straight Edge.

Simbol X

Huruf X adalah simbol yang paling dikenal dari straight edge, yang umum dipakai sebagai tanda di punggung kedua tangan, tetapi bisa juga ditampilkan pada bagian tubuh lainnya. Beberapa pengikutnya dari straight edge ada juga yang dimasukkan simbol ke dalam pakaian dan pin. Menurut sejumlah wawancara yang dilakukan oleh wartawan Michael Azerrad, logo "X" straight edge dapat dilihat jejaknya dalam pelaksanaan pada acara singkat band Teen Idles yaitu U.S. West Coast tour tahun 1980. Teen Idles telah dijadwalkan untuk bermain di Mabuhay Gardens San Francisco, tetapi ketika band tiba, manajemen klub menemukan bahwa seluruh band ini masih di bawah umur minimum dan karena itu mereka ditolak masuk ke dalam klub tersebut. Sebagai kompromi, manajemen menandai tiap kedua tangan anggota band Idles' dengan logo hitam besar "X" sebagai peringatan kepada seluruh staf klub agar tidak memberikan alkohol ke mereka. Setelah kembali ke Washington DC, band ini diberikan sistem yang sama oleh klu-klub lokal sebagai maksud membolehkan para remaja untuk masuk kedalam klub untuk menyaksikan acara musik tanpa memberikan alkohol kepada mereka. Tanda itu secepatnya diasosiasikan dengan gaya hidup straight edge. Dalam beberapa tahun, pada acara musik dan bahkan di klub-klub dansa telah memulai mengadopsikan sistem ini.

Sebuah variasi melibatkan trio X's (xXx) berasal dari hasil karya seni yang dibuat oleh drummer Minor Threat yaitu Jeff Nelson, yang mana Jeff menggantikan tiga bintang dalam bendera Washington DC kampung halaman mereka menjadi X Istilah ini terkadang dipendekkan dengan mencantumkan X dengan kependekkan istilah dari straight edge menjadi "sXe". Dengan analogi, Hardcore Punk terkadang dipendekkan menjadi "hXc". Simbol ini dapat digunakan sebagai sebuah jalan untuk membedakan sebuah band atau seseorang yang menganut faham straight edge, dengan menambahkan huruf didepan dan belakang nama band, contoh band 'xFilesx'.

Rabu, 14 April 2010

NYMPHEA

Nymphea adalah salah satu band alternative rock dari pulau dewata Bali yang berdiri pada tanggal 4 Januari 2005. Dengan formasi awalnya adalah Sari (vocals), CGL (gitar), Arie (bass) dan Risky (drums).
Namun karena merasa Nymphea kurang klop karena tidak adanya gitaris rhythm maka akhirnya CGL mengajak adiknya Sodick untuk bermain bass di Nymphea dan Arie yang tadinya bermain Bass akhirnya bermain gitar di Nymphea.
Tetapi pada pertengahan tahun 2007 ini, Risky dan Arie mengundurkan diri dari Nymphea karena disibukkan oleh pekerjaannya yang menuntut dia harus fokus dalam karirnya. Untuk mengisi posisi drum akhirnya Nymphea di bantu oleh Aguzt, seorang drummer dari band punk The Menace. Lalu Aguzt menjadi personil tetap, hingga formasi Nymphea hingga saat ini diantaranya Sari - Vokal, CGL - gitar & backing vokal, Sodick - bass dan Aguzt - drums.
Nama Nymphea sendiri diambil dari bahasa Inggris "Nymph" yang berarti bidadari, dan untuk memudahkan pengucapannya ditambahkanlah huruf "e" dan "a" dibelakang kata "nymph" sehingga menjadi Nymphea. Nymphea sendiri dalam memainkan musiknya banyak terpengaruh band-band Punk Rock dan Grunge seperti AFI, Sugar Cult, Nirvana, Foo Fighter dan Hole. Pada pertengahan tahun 2005 Nymphea merilis sebuah mini album sebanyak 500 keping cd dan membagikannya secara gratis kepada teman-teman, fans, media lokal, pengamat musik dan event-event organizer.
Akan tetapi saat Sari melanjutkan studinya di Australia dia membawa cd mini album Nymphea dan dijual secara hand by hand disana seharga AUS $ 5 dan laku hingga 100 keping cd. Menurut beberapa pengamat musik, Nymphea merupakan band yang memiliki karakter vokal wanita dengan gaya yang khas dan enerjik, serta dibalut dengan musik yang cadas bernafaskan Rock.
Bagi pecinta musik yang tinggal di Pulau Dewata ini pasti tidak asing dengan band yang rajin menyambangi pentas besar maupun pentas kecil, dari pensi-pensi sekolah hingga sampai ajang musik terbesar di Indonesia yaitu Soundrenaline. Pada bulan agustus 2008 silam, Nymphea baru saja merilis full albumnya di bawah label Petslooser dan Proton Records dan distribusikan secara nasional oleh Virgo Ramayana Records.

Sweet As Revenge


Sweet as Revenge secara resmi berdiri di Jakarta pada awal November 2003. Dimulai dari pertemuan Max, Qzoot (gitar) dan Febri (bass) di sebuah distro di Jakarta.
Berawal dari obrolan mengenai interest yang sama pada genre post-hardcore, kemudian berlanjut dengan keinginan untuk membuat sebuah band yang memainkan musik post-hardcore itu sendiri. Waktu berjalan, dan berdirilah Sweet as Revenge.
Nama yang unik, karena semua personil awal di band ini pernah merasakan pengalaman pahit dengan band-band mereka yang terdahulu. Dan menjadikan Sweet as Revenge sebagai ajang pembuktian. Bahwa mereka akan bisa menjadi lebih baik.
Berawal dari hanya berlatih di studio, kemudian mereka memutuskan untuk merekam demo mereka yang pertama. Lagu pertama mereka berjudul "Broken Lines and Empty Smile". Bermodalkan satu lagu sendiri serta beberapa lagu cover, Sweet as Revenge mulai merambah panggung-panggung di berbagai acara komunitas di Jakarta.
Tampil dengan hanya ditonton segelintir orang sebagai band pembuka, atau tampil paling akhir sebagai band penutup telah mereka rasakan. Hal itu tidak membuat mereka patah semangat, tapi dianggap sebagai pengalaman yang akan memperkuat mereka sebagai sebuah band. Lagu "Broken Lines and Empty Smile" akhirnya menarik minat dE Records.
Lagu tersebut direkam ulang untuk disertakan dalam kompilasi "Anthems of Tomorrow" (dE Records, 2004). Sebuah album kompilasi yang berisi band-band bergenre post-hardcore dan sejenisnya. Lagu "Broken Lines and Empty Smile" juga sempat merajai chart MTV Cutting Edge selama beberapa minggu.
Sebuah prestasi yang membanggakan untuk sebuah band yang masih berumur sangat muda. Hal ini juga yang mengangkat nama mereka ke permukaan dan mulai dikenal oleh publik.
Seiring dengan berjalannya waktu, serta perbedaan visi, misi dan kepentingan dari masing-masing personil, mengakibatkan beberapa kali pergantian personil serta perubahan musikalitas Sweet as Revenge secara keseluruhan.
Setelah melewati proses rekaman yang panjang, hasil karya mereka dapat didengar pada sebuah mini album berjudul "Birth of Expectations" (Self Released, 2008) yang dirilis pada 5 Januari 2008. Sebuah mini album berisi 6 lagu yang merefleksikan pahit dan manisnya kehidupan mereka. Baik sebagai band ataupun sebagai individu masing-masing personil.
Rilisnya mini album "Birth of Expectations" mendapat respon yang cukup baik. Acara Release Party mini album itu sendiri dihadiri oleh sekitar 700 orang penonton. Jumlah yang cukup fantastis. Singel mereka yang berjudul "Potret Kehampaan" juga sering terdengar di radio.
Selepas rilisnya mini album "Birth of Expectations", Sweet as Revenge semakin aktif bergerilya dari panggung ke panggung dan mulai merambah media. Mulai dari panggung acara komunitas, pensi SMA, acara kampus, live performance, promo dan interview di radio, semua dilibas habis.
Hal ini dilakukan tidak hanya untuk menambah jam terbang saja, tetapi juga sebagai usaha untuk menjangkau pendengar baru, mereka yang sama sekali tidak mengenal Sweet as Revenge. Terbukti cara ini cukup ampuh, banyak yang akhirnya jatuh hati kepada band ini setelah mereka mendengar dan menyaksikan langsung penampilan Sweet as Revenge.
Sebagai salah satu band generasi awal dari booming genre post-hardcore di tanah air, Sweet as Revenge berusaha untuk terus konsisten dan tidak terbawa arus trend musik yang sangat cepat berganti.
Sampai saat ini, formasi terakhir Sweet as Revenge adalah: Dinand (vokal), Qzoot (gitar), Mamie (gitar), Febri (bass), Nissa (keyboard), dan Nanda (drum). Perjalanan dari panggung ke panggung, konflik demi konflik serta pengalaman hidup dari masing-masing personil telah memperkaya pengalaman Sweet as Revenge sebagai sebuah band.
Hal ini membuat mereka berusaha untuk lebih solid dan konsisten dalam berkarya. Sweet as Revenge akan terus mempertahankan eksistensinya serta melahirkan karya-karya yang dapat menghibur penggemar musik dimanapun mereka berada.